Steven Abraham Caleg Terpilih Dari Dapil Papua Gagal Ke Senayan Digantikan Yan Permenas Mandenas

KPU Buat Keputusan Mengejutkan: Tetapkan Mulan Jameela Lolos Ke Senayan

KPU Buat Keputusan Mengejutkan: Tetapkan Mulan Jameela Lolos Ke Senayan

FOTO : Gedung KPU…

JAKARTA (otonominews) - Ada kabar mengejutkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lembaga penyelenggara Pemilu ini menganulir keputusannya, terkait penetapan sejumlah caleg DPR-RI terpilih dari Partai Gerindra, dan menggantikannya dengan caleg peraih suara di bawahnya.

Dengan keputusan baru tersebut,  istri musikus Ahmad Dhani, Mulan Jameela, lolos ke Senayan. Mulan, seperti diketahui, sebelumnya menggugat DPP Gerindra setelah sebelumnya sempat dinyatakan tak lolos ke Senayan.

Keputusan ini ditetapkan dalam keputusan KPU Nomor 1341/PL.01.09-Kpt/06/KPU/IX/2019 tertanggal 16 September 2019.

Mulan Jameela menggantikan caleg terpilih atas nama Ervin Luthfi (peringkat suara sah ke-3) dan calon atas nama Fahrul Rozi (peringkat suara sah ke-4).

Informasi dari orang dalam Partai Gerindra,  calon yang digantikan tersebut diberhentikan sebagai anggota partai politik.

Tak hanya Mulan, keputusan KPU itu juga menukar tiga caleg Gerindra dari tiga dapil berbeda yang lolos ke Senayan.

Mereka adalah Sugiono yang menggantikan Sigit Ibnugroho Sarasprono sebagai caleg terpilih dari Dapil Jawa Tengah I, Katherine A. OE yang menggantikan Yusid Toyib sebagai wakil dari Dapil Kalimantan Barat I, serta Yan Permenas Mandenas pengganti Steven Abraham sebagai caleg terpilih dari Dapil Papua.

 

Seperti diketahui, Mulan sebelumnya bersama delapan caleg Gerindra lainnya, mengajukan gugatan terhadap Partai Gerindra usai dinyatakan tidak lolos dalam pemilihan. Gugatan Mulan kemudian berbuat manis dan dia lolos ke Senayan.

Terkait hal itu, diperoleh kabar, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akan digugat karena telah meloloskan Mulan Jameela dan tiga calon anggota legislatif (caleg) tingkat DPR RI lainnya untuk menggantikan lima nama yang sebelumnya telah dinyatakan terpilih.

Gugatan itu akan dilayangkan oleh empat caleg yang sebelumnya dinyatakan terpilih pada pemillu 2019 untuk menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 yaitu Sigit Ibnugroho Sarasprono, Yusid Toyib, Steven Abraham, serta Ervin Luthfi.

Selain menggugat partai besutan Prabowo Subianto itu, menurut Yusid Toyib, pihaknya juga akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Dia menyatakan gugatan akan dilayangkan pada Senin (23/9).

"Ini menjadi gugatan bersama. Langkah hukum, Senin kami masukan gugatan ke PTUN dan gugatan ke DPP Gerindra," ucap Yusid kepada media,  Sabtu (21/9).

Dia menerangkan pihaknya kaget dengan Keputusan KPU yang menggugurkan nama caleg yang sebelumnya terpilih dari Partai Gerindra. Yusid mengaku pihaknya sudah berupaya mencari informasi seputar keputusan ini hingga ke DPP Gerindra, namun belum menerima penjelasan hingga saat ini.

"Kami belum pernah dipanggil DPP atau pun Mahkamah Partai, atau saluran apapun sesuai AD/ART partai, terkait hal ini. Ini sungguh mengejutkan," imbuhnya.

Yusid pun meminta rencana pelantikan empat caleg Gerindra yang dinyatakan terpilih menggantikan caleg terpilih sebelumnya yakni Mulan Jameela, Sugiono, Katherine A. OE, serta Yan Permenas Mandenas sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019 mendatang dibatalkan.

"Kami meminta pelantikan empat orang ini dibatalkan. Sengketa Pemilu telah diselesaikan sesuai putusan MK, kami minta dilantik sesuai keputusan awal KPU, berdasarkan perolehan jumlah suara dengan sistem pemilihan proporsional terbuka, bukan karena keputusan partai," ujar Yusid.

Terpisah, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menolak menanggapi terkait langkah hukum yang akan dilakukan oleh Yusid dan rekan-rekannya ini.

Dia hanya berkata bahwa DPP Partai Gerindra sudah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dan KPU sudah mengeluarkan keputusan terkait caleg terpilih DPR RI dari Partai Gerindra.

Populer Berita

Gubenur NA Janjikan Kucuran Dana, Selain Dana Desa

Gubenur NA Janjikan Kucuran Dana, Selain Dana Desa

Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., (NA) Didampingi Penyelenggara Bimtek, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Kadis Kominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Hasdullah, M.Si. Saat Bimtek Menghadiri Ketebukaan Informasi Melalui Penguatan PPID Desa dengan Standarisasi Layanan Keterbukaan Informasi Publik Desa…