Nostalgia Mendagri di Warung Mie Babat Bandung

Nostalgia Mendagri di Warung Mie Babat Bandung

FOTO : Mendagri Tjahjo Kumolo mengajak rombongan wartawan makan siang di warung mie babat, Kota Bandung, yang ternyata menyimpan kenangan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.…

BANDUNG (otonominews.net) — Kuliner adalah satu hobi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Setiap pergi ke luar daerah untuk kunjungan kerja, Menteri Tjahjo tak pernah lupa menyempatkan diri berkuliner ria. Memanjakan lidahnya. Dan ia tak pernah pilih-pilih tempat makan. Di pinggir jalan yang panas, atau warung makan yang pengap pun jadi.

Seperti saat ia usai menghadiri acara wisuda praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang juga dihadiri Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu. Selesai acara, ia mengajak seluruh wartawan yang ikut mencicipi mie babat di Bandung.

"Kita makan mie babat, yah," kata Tjahjo.

Ternyata, warung mie babat yang dituju bukanlah restoran besar dan mewah. Warung mie itu tak terlalu besar, bahkan ada di jalan yang sempit. Bersama istrinya, Erni Guntarti, yang ikut mendampingi kunjungan kerjanya, ia menjamu seluruh wartawan yang ikut meliput. Turut mendampingi Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar.

Seluruh wartawan duduk satu meja dengannya. Sambil menyantap semangkuk mie babat dan jus alpukat, Tjahjo bercerita, warung mie babat ini adalah langganannya sejak tahun 1980-an. Tjahjo masih ingat, waktu itu ia coba daftar masuk ke ITB dan Unpad. Sayang, hasrat kuliah di dua universitas negeri di Bandung itu gagal, karena ia tak lolos tes. Ia justru diterima di Universitas Diponegoro, yang juga jadi tempat menimba ilmu istrinya, Erni Guntarti. Tjahjo diterima di Fakultas Hukum. Sementara istrinya kuliah di Fakultas Kedokteran.

"Saya sudah lama makan di warung mie ini. Dari dulu tempatnya sama, tak berubah. Hanya sekarang lebih rapi," katanya.

Istrinya, Erni Guntarti, yang duduk tak jauh darinya, ikut nimbrung mengobrol. "Iya dek, ini dulu warungnya tak seperti ini, walau tak berubah tempatnya. Sekarang agak baikkan. Dulu belum ada wallpapernya," kata Erni.

Erni pun bercerita, ia tahu warung mie ini karena diajak Tjahjo, suaminya. "Kuahnya yang seger. Juga jus alpukatnya enak. Ini bukan jus yang diblender, tapi ditumbuk, jadi terasa sekali alpukatnya," ujarnya.

"Kuahnya memang yang seger. Ayo, ayo, kalau ada yang mau nambah," kata Tjahjo pada para wartawan.

Tiba-tiba, dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan yang sepertinya suami-istri, datang mendekat. Dengan ragu-ragu, keduanya berkata, meminta kesediaan Mendagri untuk foto bareng.

"Boleh foto bareng, Pak?"

"Oh, boleh-boleh," kata Tjahjo, sambil berdiri dari duduknya. Ia pun kemudian berfoto bareng dengan suami-istri tersebut.

"Terima kasih, Pak Menteri. Maaf menganggu makannya," kata si suami.

"Oh, enggak apa-apa," jawab Tjahjo sambil tersenyum. Suami-istri itu pun menyalami Tjahjo, lantas berpamitan.

Selesai makan, rombongan Mendagri dengan wartawan berpisah jalan. Mendagri pulang ke Jakarta naik kereta. Sementara para wartawan menuju Jakarta naik mobil lewat jalur jalan tol Cipularang. [rls]

Populer Berita