Minta Kursi Khusus di DPRD untuk Masyarakat Asli Papua

Bupati Merauke Ajak Masyarakat Minta Presiden Terbitkan Inpres

Bupati Merauke Ajak Masyarakat Minta Presiden Terbitkan   Inpres

FOTO : Bupati Merauke, Frederikus Gebze…

MERAUKE, (otonominews) - Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE., M.Si., mengajak seluruh Bupati, Walikota, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), dan masyarakat Setanah Papua untuk menggelar Rapat Rakyat Papua untuk meminta Presiden Republik Indonesia menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait kursi khusus DPRD Kabupaten/Kota. 

Bupati Frederikus Gebze yang juga kerap disapa Freddy itu menjelaskan, permintaan agar Presiden RI menerbitkan Inpres tentang kursi khusus DPRD Kabupaten/Kota diterapkan di Tanah Papua sudah melalui beberapa pertimbangan dan alasan yang antara lain, karena pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Tanah Papua berlangsung aman.

Namun demikian, lanjut Freddy, keamanan dan kenyamanan tersebut ternyata meninggalkan keprihatinan dan kesedihan serta adanya penurunan prestasi, mengingat hasil perolehan politikus khusus Papua dari putra-putri Papua menurun drastis. "Berdasarkan kenyataan di lapangan, persaingan sudah tidak sehat dengan gaya politik baruyang bernama NPWP. Artinya, nomor piro, wani piro. Dengan cara-cara tidak sehat itu membuat hasil untuk putera asli menjadi sangat minim," terang Freddy pada otonominews Rabu (15/05/2019).

Kejadian luar biasa tersebut, kata Freddy berdampak pada keputusan dan kebijakan tentang hak-hak orang Papua, karena akan kurang mendapat dukungan mengingat secara representatif tidak memenuhi kuorum atau jumlah minimum anggota DPRD yang putera asli daerah.

Atas dasar hal tersebut, Bupati Freddy meminta perhatian pemerintah melalui presiden yang segera menindaklanjutinya dengan Inpres. Tujuannya adalah untuk mengakomodir putera
daerah di lembaga dewan. "Ada ungkapan, masing-masing kita cari makan. Memang betul, kita semua cari makan. Namun yang terjadi adalah anak asli Papua pun dimakan habis di tanah ini," tandas Freddy.

Oleh sebab itu, Bupati Freddy mengajak semua Bupati dan Walikota untuk mendukung Gelar Tikar Adat, melakukan Rapat Rakyat Papua untuk mengusulkan kursi khusus di DPRD Kabupaten/Kota. "Kami ingin agar Bapak Presiden menindaklanjuti hal ini," harap Freddy.
 

Populer Berita